Oleh Habib Ali Umar Al Habsyi (Anggota Dewan Syura IJABI)
يَا كُمَيْلُ، إِيَّاكَ وَالْمِرَاءَ، فَإِنَّكَ تُغْرِي بِنَفْسِكَ السُّفَهَاءَ إِذَا فَعَلْتَ، وَتُفْسِدُ الْإِخَاءَ.
Wahai Kumail, jauhilah perdebatan, karena dengan itu engkau menjerumuskan dirimu kepada orang-orang dungu jika melakukannya, dan engkau merusak tali persaudaraan.
Kaya: al Mirâ’ biasa diterjemahkan dengan perdebatan. Sebagian ulama berkata: al Mirâ’ adalah mengkritik pendapat/ucapan orang lain dengan tujuan membongkar cacat di dalamnya dengan tanpa tujuan selain merendahkan pengucapnya.
Tentu hal demikian tercela. Telah banyak hadis dari Nabi saw. dan para Imam Suci Ahlulbait as. yang mengecamnya.
Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:
ثَلَاثٌ مَنْ لَقِيَ اللَّهَ بِهِنَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ بَابٍ شَاءَ: مَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ، وَخَشِيَ اللَّهَ فِي الْمَغِيبِ وَالْمَحْضَرِ، وَتَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا.
“Tiga hal: siapa yang menemui Allah dengan membawanya, akan masuk surga melalui pintu mana pun yang ia kehendaki; (yaitu) orang yang baik akhlaknya, yang takut kepada Allah di tempat tersembunyi maupun di tempat terang, dan yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berada di pihak yang benar.”
Imam Ja’far as meriwayatkan:
قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ (عَلَيْهِ السَّلَامُ): إِيَّاكُمْ وَالْمِرَاءَ وَالْخُصُومَةَ، فَإِنَّهُمَا يُمْرِضَانِ الْقُلُوبَ عَلَى الْإِخْوَانِ، وَيُنْبِتَانِ عَلَيْهِمَا النِّفَاقَ.
Amirul Mukminin as. bersabda: “Jauhilah perdebatan dan permusuhan, karena keduanya membuat hati sakit terhadap saudara-saudara (seiman) dan menumbuhkan kemunafikan di atas keduanya.”
Imam Ali as. bersabda:
المُخاصَمَةُ تُبْدي سَفَهَ الرّجُلِ و لا تَزيدُ في حَقِّهِ.
“Perdebatan (permusuhan) menampakkan kebodohan seseorang, dan tidak menambah sedikit pun pada kebenarannya.”
إيّاكَ و الخُصوماتِ ، فإنَّها تُورِثُ الشَّكَّ ، و تُحْبِطُ العَمَلَ ، و تُرْدي صاحِبَها ، و عسى أنْ يَتَكلّمَ الرّجُلُ بالشَّيءِ لا يُغْفَرُ لَهُ.
“Jauhilah perdebatan dan pertengkaran, karena sesungguhnya ia menumbuhkan keraguan, menggugurkan amal, menjerumuskan pelakunya, dan boleh jadi seseorang mengucapkan satu kata (dalam perdebatan) yang karenanya ia tidak akan diampuni.”
Diriwayatkan dari Imam Ja’far as. berliau bersada:
لا تُمارِيَنَّ حَليماً ولا سَفيهاً ؛ فإنّ الحليمَ يَقلِيكَ والسَّفيهَ يُؤذيكَ.
“Janganlah engkau berdebat dengan orang bijak maupun dengan orang bodoh; karena orang bijak akan mengalahkanmu (dengan hujahnya), sedangkan orang bodoh akan menyakitimu.”
Imam Ja’far as. bersabda:
إِيَّاكُمْ وَ اَلْخُصُومَةَ فَإِنَّهَا تَشْغَلُ اَلْقَلْبَ وَ تُورِثُ اَلنِّفَاقَ وَ تَكْسِبُ اَلضَّغَائِنَ
“Jauhilah perdebatan, karena sesungguhnya ia menyibukkan hati, menumbuhkan kemunafikan, dan menimbulkan kebencian.”
(Bersambung Insyaallah)

