Penulis : Dra. Euis Mimin & Devi T
Haurpugur, 11 Januari 2026 – Bakti Sosial (Baksos) dan Konseling yang diselenggarakan oleh Fathimiyyah Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) kali ini terasa berbeda dan istimewa. Jika pada kegiatan-kegiatan sebelumnya bakti sosial dan konseling kerap dilaksanakan dengan menggandeng lembaga di luar IJABI—seperti Paguyuban Ragi atau Gereja Kristen Indonesia (GKI)—maka pada kesempatan ini IJABI benar-benar mengerahkan seluruh sumber daya internal yang dimilikinya.
Klinik Adhi Graha hadir sebagai mitra utama dalam kegiatan ini, bergandengan tangan secara penuh dengan IJABI. Kehadiran para dokter yang merupakan bagian dari tubuh IJABI sendiri menjadi sumber kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri—sebuah rasa yang tidak dapat diukur dengan apa pun.
Kegiatan bakti sosial dan konseling ini masih berada dalam rangkaian “Tanda Cinta untuk Imam Ali bin Abi Thalib KW”, yang diwujudkan bukan hanya dalam ruang majelis ilmu, tetapi melalui pengkhidmatan nyata kepada sesama. Pada kesempatan ini, Fathimiyyah IJABI merangkul Pemerintah Desa Haurpugur, Kabupaten Bandung.
Secara geografis, Desa Haurpugur terletak berdampingan langsung dengan Desa Sangiang, lokasi di mana Allah Yarham almarhum KH. Jalaluddin Rakhmat dan ibunda tercinta Ibu Euis Kartini bersemayam. Kedua desa ini hanya dipisahkan oleh aliran Sungai Citarik. Kedekatan inilah yang menjadi salah satu alasan kuat diselenggarakannya bakti sosial pengobatan gratis di Desa Haurpugur.

Berkhidmat kepada “tetangga sebelah” yang secara administratif berbeda wilayah dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus rasa memiliki terhadap keberadaan makam guru tercinta. IJABI merasa terpanggil untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Alasan lainnya adalah kondisi akses kesehatan. Desa Haurpugur tergolong cukup jauh dari fasilitas kesehatan pemerintah (puskesmas), dengan jarak sekitar 10,4 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih 25 menit. Kondisi ini menyulitkan warga apabila harus berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Ikatan emosional semakin kuat karena Ibu Kepala Desa Haurpugur merupakan alumni SMU Plus Muthahhari, sehingga tercipta hubungan batin yang hangat dan sulit dipisahkan. Kegiatan bakti sosial ini pun terasa seperti reuni—mempertemukan kembali beberapa guru Muthahhari dengan para muridnya.
Salah satu kegiatan rutin Fathimiyyah IJABI adalah bakti sosial berupa pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan. Alhamdulillah, pada tanggal 11 Januari 2026, kegiatan ini terlaksana di Desa Haurpugur bekerja sama dengan Mutti Cahaya Bumi, Klinik Adhi Graha, serta para kader PKK Desa Haurpugur, Kabupaten Bandung, dalam rangka memperingati Milad Imam Ali bin Abi Thalib KW.
Sebanyak 150 kupon pengobatan dibagikan kepada masyarakat. Dari jumlah tersebut, 147 warga mendaftar dan hadir, menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim dokter Fathimiyyah IJABI, yaitu: dr. Atik, dr. Reni, dr. Ami (Klinik Adhi Graha) dan dr. Lizikri, Sp.OG serta didukung oleh tim tenaga kesehatan Klinik Adhi Graha
Kehadiran dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) yang datang langsung dari Indramayu dengan membawa alat ultrasonografi (USG) menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi para ibu hamil warga Desa Haurpugur. Klinik Adhi Graha sebagai mitra kegiatan memberikan layanan kesehatan yang memadai, dengan penyediaan obat-obatan yang baik serta pelayanan yang ramah terhadap pasien. Seluruh personel klinik turut hadir mendukung kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Komandan Klinik Adhi Graha, dr. Rahmy Wulandari, menyampaikan tawaran kepada masyarakat Desa Haurpugur untuk memanfaatkan layanan kesehatan Klinik Adhi Graha di Desa Sangiang dengan fasilitas BPJS Kesehatan. Tawaran ini disambut dengan antusias oleh warga, mengingat selama ini mereka mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Sebagaimana kegiatan bakti sosial sebelumnya, tim konseling turut hadir dan menyatu bersama para kader Posyandu. Sebagai kader yang berhadapan langsung dengan masyarakat, mereka diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar konseling agar mampu menjalankan peran sebagai penyuluh, motivator, serta penghubung antara petugas kesehatan pemerintah dan masyarakat.
Pada sesi konseling ini hadir: Rini Rahmawaty, S.Psi., M.MPd. dan Mukhlisah Mulkin, S.Psi. (Umi Lisa). Kehadiran para konselor memberikan banyak pencerahan bagi para kader yang hadir berdasarkan undangan dari Ibu Kepala Desa. Sejak awal sesi, para kader tampak sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Ibu Rini, yang kemudian dilanjutkan oleh Umi Lisa dengan layanan terapi menggunakan metode Emotional Freedom Technique (EFT).
Sebanyak tiga orang kader yang membutuhkan layanan terapi ditangani secara langsung oleh Umi Lisa dengan baik, bahkan memunculkan rasa ingin tahu dan ketertarikan kader lainnya. Harapannya, sesi serupa dapat kembali dilaksanakan di lain waktu.
Pesan cinta dari Sang Imam kali ini diwujudkan dalam bentuk pengkhidmatan kepada sesama. IJABI tidak hadir di ruang majelis ilmu, tetapi berupaya mengejawantahkan pesan cinta Imam Ali KW dengan hadir di tengah masyarakat—di antara mereka yang terluka, yang lelah, dan yang hatinya membutuhkan penguatan.
Semoga persembahan kecil ini menjadi amal yang berharga dan membuat Sang Imam tersenyum.
Bibarokati Al-Fatihah.