Majulah IJABI

IJABI Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Syahidnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei 

paling depan dari sebelah kanan adalah Ustadz Mulyawan, (Sekretaris Umum PP IJABI) Delegas dari IJABI

JAKARTA – Pengurus Pusat Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Ungkapan belasungkawa tersebut disampaikan secara resmi melalui Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta oleh delegasi IJABI yang diwakili oleh Ustadz Mulyawan dan Ustadz Muhammad Bhagas. 

Dalam pesan tertulis tertanggal 1 Maret 2026 (11 Ramadan 1447 H), IJABI menyitir ayat suci Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 23 yang menegaskan tentang kesetiaan para hamba Allah terhadap janji mereka, baik yang telah gugur maupun yang masih menanti dengan keteguhan iman yang tak tergoyahkan. 

Pesan Pengabdian dan Kesetiaan 

Melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Syura IJABI, K.H. Miftah Fauzi Rakhmat, dan Ketua Umum IJABI, Maran Sutarya, organisasi ini menyatakan bahwa kabar syahidnya Imam Ali Khamenei diterima dengan hati yang berat namun penuh kepasrahan terhadap ketetapan Sang Khalik. 

“Beliau telah kembali ke hadirat Penciptanya setelah menuntaskan pengabdian seumur hidup dalam ketaatan yang total. Sebuah kepasrahan yang seluas kesabaran yang beliau perjuangkan,” tulis pernyataan resmi tersebut. 

IJABI memberikan kesaksian atas dedikasi almarhum yang dinilai tidak pernah surut dalam melayani kebenaran. Bagi IJABI, kepulangan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei adalah sebuah “kepulangan yang bercahaya” dari jiwa yang tidak pernah mengingkari janjinya kepada Tuhan. 

Doa untuk Keteguhan Umat 

Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Imam, kepemimpinan Republik Islam, dan rakyat Iran, IJABI juga mengajak umat Islam global untuk mendoakan agar almarhum diberikan kedudukan tertinggi di sisi Allah SWT bersama para Nabi dan orang-orang saleh. 

“Kami menyampaikan duka cita terdalam kepada Mawlana Imam Zaman dan berdoa untuk keteguhan jalan yang beliau tinggalkan,” tutup pesan tersebut dengan kalimat istirja, “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya pulalah kami kembali.” 

Penyampaian pesan ini menjadi simbol persaudaraan lintas bangsa dan penghormatan atas peran besar Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam dinamika dunia Islam internasional. 

Exit mobile version