Momen Agung yang Terlupakan
Peringatan Idul Ghadir adalah momen untuk mensyukuri nikmat wilayah (kepemimpinan spiritual) sekaligus pengingat akan kesempurnaan agama Islam. Meskipun narasi sejarah ini sering kali berusaha ditutupi atau dikesampingkan oleh sebagian kalangan, menjadi kewajiban moral bagi kita semua untuk terus mengenalkan peristiwa agung ini di berbagai ruang—mulai dari majelis formal, diskusi kampus, hingga obrolan di warung kopi.
Imam Ali sebagai Manifestasi Pemimpin Ideal
Idul Ghadir memberikan keteladanan nyata tentang figur pemimpin sejati melalui sosok Imam Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah. Beliau adalah manifestasi dari seluruh nilai moral kedekatan kepada Allah, keberanian, ketinggian ilmu, kezuhudan, dan keadilan yang hakiki (The Voice of Human Justice).
Refleksi untuk Indonesia
Di tengah krisis kepemimpinan dan maraknya ketidakadilan sosial yang menimpa masyarakat saat ini, karakter Imam Ali harus menjadi inspirasi. Karakter ini berlaku baik bagi para pemimpin negara maupun bagi diri kita sendiri sebagai pemimpin di level terkecil (keluarga dan komunitas). Hikmah terdalam dari peristiwa ini adalah ujian kesetiaan; agar kita semua tetap kokoh di jalan pengenalan nikmat wilayah yang telah dirintis oleh Allahyarham Dr. K.H. Jalaluddin Rakhmat.
Bandung, 2 Juni 2026 / 14 Zulkaidah 1447 H

