TANAH LAUT — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti pertemuan majelis yang digelar oleh Pengurus Daerah Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (PD IJABI) Kabupaten Tanah Laut bersama komunitas Muslimah “Pecinta Fatimah”. Bertempat di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenang Milad Almarhum Maha Guru Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal) berlangsung dengan penuh keakraban pada Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang ditujukan untuk ngalap berkah (mengharap keberkahan) atas kelahiran baginda Rasulullah SAW ini kian semarak dan bermakna dengan hadirnya warga sekitar serta ibu-ibu dari Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Panyipatan. Duduk bersamanya elemen IJABI dan Fatayat NU mencerminkan eratnya tali silaturahmi serta kerukunan antarumat beragama di tingkat akar rumput.
Gema shalawat dan qasidah pujian kepada Rasulullah SAW dan keluarganya terdengar syahdu dengan iringan tabuhan rebana yang dibawakan oleh kaum ibu. Nuansa kesederhanaan majelis tak mengurangi kekhusyukan para jamaah yang hadir, mulai dari orang tua, remaja, hingga anak-anak yang larut dalam lantunan doa bersama.
Di ruang acara, terpampang kutipan penuh makna dari Allahyarham Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat yang menegaskan pentingnya mengutamakan akhlak, amal kebajikan, serta kemanfaatan bagi sesama di atas sekat-sekat mazhab. Semangat tersebut selaras dengan 5 Pilar IJABI, salah satunya mendahulukan akhlak di atas fikih dan menjunjung tinggi persaudaraan kebangsaan.

Perwakilan penyelenggara menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini dan kehadiran para tetangga serta sahabat dari Fatayat NU. Menurutnya, momentum peringatan hari lahir Nabi dan milad guru bangsa ini menjadi sarana strategis untuk merajut persaudaraan sejati (ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah).
“Melalui silaturahmi ini, kami berharap kehadiran IJABI di Kalimantan Selatan, khususnya Tanah Laut, semakin dikenal masyarakat luas melalui kiprah sosial, akhlak mulia, dan kontribusi nyata di tengah warga. Bagi kami, NKRI adalah harga mati dan persaudaraan adalah nafas kebersamaan kita,” ujar panitia di sela-sela kegiatan.
Pertemuan hangat di Panyipatan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, ketenteraman masyarakat Banua, serta keberkahan hidup bersama dalam bingkai kebinekaan yang harmonis.