Bandung– Puncak peringatan Wiladah Imam ‘Ali bin Abi Thalib AS diselenggarakan oleh Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Aula Dr. K.H. Jalaluddin Rakhmat. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah IJABI dari berbagai kalangan dan menjadi penutup rangkaian Pekan Wiladah Imam ‘Ali AS yang telah berlangsung sejak 4 Januari 2026. Tahun ini, peringatan Wiladah Imam ‘Ali AS mengusung tema “Milad Sang Pintu Ilmu”, sebagai penegasan atas peran Imam ‘Ali AS sebagai simbol keilmuan dan keteladanan dalam Islam.
Peringatan Wiladah Imam ‘Ali AS merupakan bagian dari komitmen IJABI dalam menghidupkan munasabat, yakni hari-hari besar yang berkaitan dengan keluarga Nabi Muhammad SAW. Tanggal 13 Rajab memiliki makna istimewa karena merupakan hari kelahiran Amirul Mukminin Imam ‘Ali bin Abi Thalib karramallâhu wajhah. Momentum ini (13 Rajab) bertepatan dengan hari kelahiran Yayasan Muthahhari, lembaga pendidikan dan Khidmat yang didirikan oleh Allah Yarham Dr. K.H. Jalaluddin Rakhmat, pendiri IJABI.
Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan pembacaan shalawat dan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ustadz Asep Suharna. dilanjutkan dengan persembahan senandung shalawat dari Ibu-ibu Fathimiyyah. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa lembut dan penuh keteduhan. Selanjutnya, grup vokal anak-anak turut membawakan shalawat dengan penuh keceriaan, yang disambut antusias oleh jamaah. Suasana semakin semarak ketika Grup Nasyid Habib Abu ‘Ali tampil membawakan shalawat Imam ‘Ali AS. Pada sesi ini, jamaah diminta untuk berdiri dan bersama-sama melantunkan shalawat, menciptakan suasana kebersamaan dan kekhidmatan.
Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube JRTV, sehingga jamaah IJABI yang tidak dapat hadir secara langsung tetap dapat mengikuti rangkaian acara dan merasakan keberkahan majelis.

Menjelang sesi majlis ilmu, Bapak Sutrasno membacakan puisi tentang Imam ‘Ali AS karya Ustadz Dr. Dimitri Mahayana. Pembacaan puisi tersebut menjadi pengantar reflektif sebelum jamaah memasuki sesi Majelis Ilmu. Dalam sesi ini, panitia juga membagikan doorprize sebanyak 40 hadiah, serta dua hadiah istimewa dari K.H. Miftah Fauzi Rakhmat berupa oleh-oleh dari haram Imam ‘Ali AS di Najaf.
Dalam tausiyahnya, K.H. Miftah Fauzi Rakhmat menyampaikan pesan-pesan penting mengenai makna mencintai Imam ‘Ali AS. Beliau mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa mencintai Imam ‘Ali merupakan tanda keimanan, sedangkan membencinya adalah tanda kekufuran. Menurut beliau, menjadi pecinta Imam ‘Ali bukanlah perkara mudah karena menuntut keberanian dan keteguhan dalam meneladani nilai-nilai luhur beliau. K.H. Miftah menjelaskan bahwa kecintaan kepada Imam ‘Ali tercermin dalam sikap jujur dan adil, kesediaan menolong sesama, keberanian membela kebenaran melawan kebatilan, serta kepedulian terhadap anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Selain itu, mencintai Imam ‘Ali akan melahirkan kebencian terhadap dosa dan kecintaan terhadap ilmu. Mencari ilmu, menurut beliau, merupakan bentuk hasanah yang dapat menghapus dosa dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setiap proses dalam pencarian ilmu, maka dihitung sebagai tasbih. Diskusinya dalam mencari ilmu dihitung sebagai jihad, mengajarkan ilmu kepada yang lain di hitung Sedekah, mencintai proses mencari ilmu merupakan Qurbah (Mendekatkan pada allah Ta’ala)
Acara diakhiri dengan pembacaan Ziarah Imam ‘Ali AS yang dipimpin oleh Habib ‘Ali Alaydrus. Suasana menjadi sangat khusyuk ketika jamaah mengikuti lantunan ziarah dengan penuh penghayatan. Pada sesi penutup, melalui K.H. Miftah Fauzi Rakhmat, IJABI menerima sebuah bendera dari athabah haram imam husein, bendera tersebut yang pernah terpasang di haram Imam Husain AS di Karbala Bendera penuh berkah tersebut dibentangkan, dan jamaah satu per satu bertabarruk dengan penuh haru, menutup peringatan Wiladah Imam ‘Ali AS dalam suasana spiritual yang mendalam dan penuh makna.