Bandung, 07 Februari 2026– Sabtu sore, 07 Februari 2026, IJABI menerima kunjungan dari Initiatives of Changes Indonesia (IofC Indonesia) dan Women Creator of Peace Australia (Women CoP). Kegiatan kunjungan ini digunakan sebagai momen silaturahmi untuk saling mengenal komunitas satu sama lain. Selain itu, diharapkan dari pertemuan ini juga akan menjadi pertemuan kolaborasi selanjutnya. Giat ini diawali dengan pembukaan sambutan dari perwakilan IofC, Mas Huda, yang kemudian dilanjut dengan sambutan dari perwakilan IJABI, Bapak Masykur, selaku ketua PD IJABI Kota Bandung.

Setelahnya kegiatan diskusi dimulai dengan perkenalan organisasi, mulai dari IofC Indonesia yang merupakan salah satu non-governmental organization yang terdapat di 80 negara, termasuk Indonesia, dan bergerak pada isu perdamaian. Salah satu programnya adalah Trust Building Program (TBP) yang memiliki slogan perdamaian dimulai dari dalam diri. Melalui kegiatan TBP kita diminta untuk melihat kilas balik luka yang menjadikan diri kita hari ini. Dengan memvalidasi luka-luka yang pernah ada, maka kita dapat berdiri lebih kuat pada hari ini. Selanjutnya perkenalan dari Women CoP, yang juga masih menjadi bagian dari IofC, adalah tempat untuk perempuan berdaya dan memaksimalkan daya yang dimiliki sepenuhnya. Terakhir, dilakukan perkenalan tentang Fathimiyyah, yang juga menjadi tempat untuk memberdayakan perempuan seutuhnya.
Diskusi kemudian dimulai dengan menanyakan tantangan yang dirasakan oleh teman-teman IJABI selama berkegiatan di Bandung Raya. Mulai dari stigma yang masih ada di masyarakat hingga kesulitan melakukan kegiatan keagamaan merupakan tantangan yang kerap dirasakan oleh teman-teman IJABI. Dengan segala tantangannya, salah satu hal baik yang telah dilakukan adalah dengan berjejaring dengan komunitas lainnya. Dengan berjejaring kita mendapatkan kekuatan lebih untuk bertahan lebih kuat. Salah satu perwakilan Women CoP, Zohra, yang juga merupakan pecinta Ahlul Bait, juga menyampaikan bagaimana tantangan yang dihadapinya di Australia. Ia juga menyampaikan betapa pentingnya berjejaring untuk mendapatkan daya lebih kuat, baik sebagai individu maupun sebagai komunitas.
Setelah berdiskusi, kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan rencana-rencana kerjasama yang akan dilakukan ke depannya. Dari hasil diskusi, kita sepakat bahwa untuk berdaya seutuhnya perlu dimulai dengan damai dalam diri sendiri. Dengan begitu, kita dapat membagikan kedamaian kepada sekitar dan menjadikan lingkungan yang jauh lebih baik.
Reporter: Dini Fauziyah Zahro