Majulah IJABI

TRIP BANDUNG – JEMBER- BONDOWOSO – PROBOLINGGO

Hari masih sangat pagi saat tim Fathimiyyah menginjakan kaki di stasiun Jember. Kereta Sangkuriang yang membawa tim Fathimiyyah  dalam perjalanan kali ini, berangkat dari  Stasiun Bandung hari Kamis, pkl 14.45 dan sampai di stasiun Jember pkl 04.35 dini hari pada hari Jumat. 14 jam lebih perjalanan kami Jalani lewat perjalanan darat.

Sampai  di Jember kami disambut udara pagi jember yang hangat dan sambutan seorang ibu Fathimiyyah yang sangat hangat pula. Hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit kami akhirnya sampai di Gudang AlphaPlast, Gudang yang sekaligus dijadikan tempat hunian untuk keluarga Pak Mashudi dan Ibu Yanti, serta dua orang putranya. Gudang yang di dalamnya di bangun harapan untuk sekian banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada keberadaan Gudang ini. Doa pagi dan membaca shalawat dan shodaqoh jumat pagi  adalah ritual pertama  yang mengawali hari di Gudang ini. Seoga keberkahan selalu menyertainya.

Matahari sudah naik, saat kami tersadar dari istirahat yang awalnya hanya ingin berbaring sebentar saja, namun akhirnya kebablasan sampai menjelang zuhur. Dan tidak lama lagi kami akan bertemu dangan ibu-ibu pengurus dan jamaah Fathimiyyah dari Jawa Timur, dalam rangka konsolidasi, menyerap banyak ide dan memberikan banyak informasi program yang bisa dilaksanakan Fathimiyyah wilayah Jawa Timur .

Salah satu program yang sudah dan sedang dilakukan adalah book reading. Sebagai organisasi yang mengusung Islam rasional sebagai salah satu bagian dari lima pilar Ijabi, Ijabiyun diwajibkan memiliki kebiasaan membaca. Namun kemudian masalahnya tidak semua ijabiyun suka dan hobi membaca atau banyak dari Ijabiyun memiliki keterbatasan waktu untuk membaca, untuk itu salah satu program Fathimiyyah yang sedang berjalan dan akan selalu ditularkan kepada para pengurus di daerah adalah Book  reading, Dimana setiap orang diwajibkan membaca beberapa halaman atau satu bab untuk kemudian di presentasikan di depan jamaah lainnya, kemudian mendiskusikannya . Hal ini juga melatih setiap orang untuk mampu berbicara di depan umum untuk presentasi dari apa yang telah dibacanya. Buku yang wajib dibaca adalah buku – buku karya Alloh Yarham Jalaluddin Rakhmat yang jumlahnya tidak sedkit. Book reading juga dimaksudkan agar Ijabiyun mengenal karya monumental Alloh Yarham KH Jajaluddin Rakhmat. Buku yang saat iini Tengah menjadi bahan diskusi adalah buku terbaru karya kyai Miftah Fauzi Rakhmat, Daqoiq Al Quran.

Selain program Book Reading, kegiatan lainnya yang bisa di duplkasi oleh Fathimiyyah di daerah adalah Bakti sosial. Bakti sosial yang dimaksudkan bisa berupa pemeriksaan atau pengobatan gratis, atau membagikan sembako. Pemeriksaan Kesehatan gratis adalah satu program yang akan segera dilaksanakan oleh Fathimiyyah pengurus wilayah Jawa Timur. Bekerjaama dengan Puskesmas setempat pengurus Farhimiyyah Ijabi Jawa Timur bergerak bersama memberikan layanan pemeriksaan untuk masyarakat yang membutuhkan. Deteksi gula darah dan kolesterol merupakan salah satu bentuk  pemeriksaan yang ditawarkan kepada masyarakat.  Baksos juga dilaksanakan dalam bentuk tebus sembako, dengan Shalawat. Program ini sudah berjalan lebih dari dua tahun di Jember, dan membagikan sekitar 100 paket sembako di setiap kegiatannya.

Malam hari setelah pertemuan konsolidasi dengan ibu – ibu dari Jember , kami berkesempatan berkunjung dan bersilaturahmi dengan Fathimiyyah PW Jatim, yang digawangi oleh Drg Ade Kusmaningsih.Pada kesempatan tersebut juga terlontar adanya keinginan dari Muslimah ABI yang ingin berslaturahmi dan berkunjung dengan ibu – ibu Fathimiyyah Wilayah Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut pula , hadir beberapa orang jamaah Ijabiyun dari Surabaya serta ibu – ibu Fathimiyyah dari Surabaya, probolinggo dan Jember.

Berkunjung ke Bondowoso atau Jember belum lengkap jika tidak mengunjungi kawah Ijen. Itu pula yang kami lakukan pada hari jumat malam. Di temani oleh Bunda Yanti dan Alpha (putri kinasih Bu Yanti dan Pak Mashudi) kami berjalan menyusuri jalan menuju kawah Ijen. Pada sabtu dini hari, kami berhasil menginjakan kaki di kawaj gununng Ijen, kawah yang banyak dikenal dengan adanya Blue Fire. Walau target kami bukan melihat blue fire, namun rasa penasaran tetap menggelayut, karena kekayaan alam Indonesia  yang hanya ada dua di dunia ini dan salah satunya adalah di kawah gunung Ijen , membuat begitu banyak orang dari belahan dunia manapun rela hadir dan Lelah untuk sampai di puncak dan  menikmati pagi di Kawasan yang sejuk dan eksotik.

Jam 07.00 kami menuruni kembali Kawasan Ijen menuju based camp. Perjalanan selama dua jam cukup membuat kaki terasa pegal.  Sampai jam 09.00 di based camp, kami lagsung mencari sarapan dan segera kembali ke Bondowoso untuk menyiapkan acara Arbain Akbar pada malam harinya.

Bertemu dengan banyak ibu – ibu Fathimiyyah dari berbagai  kota di Jawa Timur adalah sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai dengan apa pun. Hadir pada acara Arbain Akbar yang diselenggarakan di kota Bondoowoso ibu – ibu dari kota Jember, Situbondo, Bondowoso, Bali, Surabaya, Sidoarjo dan dari Bandung. Kami berbaur mengikuti acara dengan focus dan khusyu. Tidak ada sekat memisahkan diantara kami, kami duduk bersama beralaskan karpet dan focus menikmati acara.

Jika Arbain di Bandung di laksanakan dengan berjalan kaki menyusuri jalan dari Kiaracondong dan berakhir di Mazar Alloh Yarham KH Jalaluddi Rakhmat , kemudian kami sambungkan ruh kami dengan ruh para almarhumin lewat doa dan shalawat, acara Arbain Akbar di Bondowoso diisi selain dengan doa , diisi juga dengan musical art  performance  Dengan personal dibawa lengkap dari Bandung,  dan diisi dengan Maktal oleh Kyai Miftah Fauzi Rakhmat. acara malam Arbain Akbar di Bondowoso menjadi sangat khidmat dan beda dari biasanya .

Menjelang kembali ke Bandung, Tim Fathimiyyah  berkesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan pengurus Fathimiyyah Bondowoso, yang pada kesempatan yang sama tidak bisa hadir saat konsolidasi di Jember karena persiapan acara Arbain Akbar. Dan setelah nya kami pun silaturahmi dan berpamitan kepada anggota Dewan Syuro sekaligus ketua PW Ijabi Jawa Timur Habib Baghir.

Saat trip keluar kota adalah saat yang tepat bagi Fathimiyyah kembali terhubung dengan orang – orang yang lama tidak bertemu dan kesempatan untuk kembali menjalin silaturahmi. Saat di Jawa Timur pun merupakan saat yang tepat kami menjalin  silaturahmi dengan asatidz dan keluarganya. Mampir ke probolinggo untuk bersilaturahmi dengan KH Kholil dan keluarga sebelum kembali ke Bandung adalah agenda terakhir yang kami lakukan. Walau jadwal kereta dari Bandung harusnya dari Jember namun dada kami terasa penuh karena perjumpaan dengan Kyai Kholil, yang  sangat sederhana namun penuh kharisma. Di kediaman Kyai Kholil juga terlihat adanya plang pengurus Ijabi.. sungguh mimpi yang menjadi nyata, bahwa suatu saat plang secretariat Ijabi akan terpampang di  sudut – sudut rumah atau tempat sudut secretariat PP/PW/PD Ijabi Dimana pun berada.

Terimakasih yang tak terhingga kami sampaikan untuk Mba Yanti dari Jember, Mba Yuli dari Probolinggo, mba Ade dari Jember, Mba Lia dari Bondowoso,   Mba Ndaru dari Mojokerto, mba Izza dari Surabaya  dan seluruh jamaah  Fathimiyyah dari Jember, Bondowoso dan Situbondo yang sudah membuat lancar acara konsolidasi kali ini. Tanpa semuanya acara konsolidasi ini tidak berarti apa pun … Alhamdulillah..

Exit mobile version