Oleh Habib Ali Umar Al Habsyi (Anggota Dewan Syura IJABI)
يَا كُمَيْلُ، قُلِ الْحَقَّ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَوَازِرِ الْمُتَّقِينَ، وَاهْجُرِ الْفَاسِقِينَ.
Wahai Kumail, katakanlah kebenaran dalam setiap keadaan. Dukunglah orang-orang yang bertakwa, dan jauhilah orang-orang fasik.
Dalam wasiat ini, Imam Ali as berpesan tiga hal: Pertama, Ucapkanlah yang benar dalam keadaan apapun.
Menyuarakan kebenaran dalam setiap keadaan, tanpa takut kecaman para pembatil adalah sikap kesatria yang terpuji. Mengatakan yang benar, walaupun terhadap diri sendiri bukti kebesaran jiwa. Islam melalui Al Qur’an dan hadis-hadsi Nabi saw. dan para Imam Suci as. telah menganjurkan sikap terpuji itu. Allah SWT. berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَۚ
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu.” (QS. An Nisâ’; 135)
Nabi saw. bersabda:
أَتْقَى النَّاسِ مَن قَالَ الْحَقَّ فِيمَا لَهُ وَعَلَيْه
“Orang yang paling bertakwa adalah orang yang berkata benar baik mengenai haknya sendiri maupun hak orang lain.”
فِي قَائِمَةِ سَيْفٍ مِنْ سُيُوفِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ صَحِيفَةٌ فِيهَا… قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ عَلَى نَفْسِكَ.
“Di pegangan pedang Rasulullah saw. terdapat sebuah lembaran yang berisi: ‘Katakanlah yang benar, meskipun itu terhadap dirimu sendiri.’”
Imam Musa al Kadzim as. bersabda:
قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كانَ فِيهِ هَلاكُكَ، فَإِنَّ فِيهِ نَجاتَكَ… وَدَعِ الْباطِلَ وَإِنْ كانَ فِيهِ نَجاتُكَ فَإِنَّ فِيهِ هَلاكَكَ.
“Katakanlah yang benar meskipun itu menimbulkan kebinasaanmu, karena di dalamnya ada keselamatanmu … Dan tinggalkanlah kebatilan meskipun itu membawa keselamatanmu, karena di dalamnya ada kebinasaanmu.”
Kedua, Jadilah pendukung orang-orang yang bertakwa.
Wasiat kedua adalah agar selalu bergaul dengan orang-orang bertakwa, bersama mereka, bersejalan dengan mereka, menapaki jalan ketakwaan mereka dan mendukung mereka.
Orang yang berteman dengan orang-orang bertakwa akan dibangkitkan bersama mereka. Ketika rahmat Allah turun kepada mereka, ia pun mendapat bagian dari rahmat Allah itu.
Ketiga, Hendaknya menjauhi kaum fasik.
Demikian juga dengan orang-orang yang fasik, yang mengisi waktu-waktunya dengan bermaksiat kepada Allah, hendaknya kita menjauhi mereka, agar tidak tertular dengan kefasikan mereka.
(Bersambung Insyaallah)

