Uncategorize
-
Berakhlak Mulia Kepada Orang Yang Dipekerjakan dan Menjaga Hak-Haknya
Inilah teladan akhlak Baginda Rasulullah Muhammad SAW dalam memuliakan dan menjaga adab bahkan terhadap pembantunya. Beliau SAW tidak pernah membedakan-bedakan…
Read More » -
Mengenang Haul kang Beben dan Gus Den
Mengambil contoh dari festival hari orang mati di Meksiko dan film Coco, penceramah menggarisbawahi konsep eskatologi bahwa kondisi ruh di…
Read More » -
LIMA CAHAYA
Mari bergandengan tangan, membangun masa depan. Menjadi cahaya bagi sesama, demi ridha Allah Yang Maha Esa. Islam mengajarkan cahaya ilmu,…
Read More » -
Dosa Yang Berpengaruh Pada Kehidupan Dunia
Ada kutipkan satu peristiwa dari tokoh sufi yang terkenal, Jalaluddin Rumi. Alkisah seorang pedagang dari Tabriz datang ke Konia kota…
Read More » -
26 TAHUN IJABI
Filosofi Identitas Visual Milad IJABI ke-26 Tidak semua perjalanan diukur oleh panjangnya waktu. Sebagian dikenang karena nilai-nilai yang terus dihidupkan.…
Read More » -
Qodama shidqin di sisi-Mu bersama Husain dan para sahabat Husain
Maka, bagaimana agar kita kelak digabungkan dengan Habib, Muslim, Jawn dan para Syuhada Karbala lain yang demikian mulia? Inilah pertanyaan…
Read More » -
Memoar Ziarah Ke Ra’sul Husein Kairo
Sejarah Imam Husein bukanlah sekadar deretan angka tahun atau kronologi politik yang dingin. Ia adalah bara abadi dalam dada umat…
Read More » -
KARBALA, HIJRAH, DAN JEJAK WARISAN: Menjemput Amanah dari Para Pendahulu
Hijrah adalah Keberangkatan dari "Status Quo" Hijrah Nabi bukanlah pelarian. Itu adalah keberanian untuk meninggalkan kenyamanan Makkah demi sebuah visi…
Read More » -
Imam Husain a.s. dalam Tradisi Islam di Dunia Melayu–Nusantara: Bukti Diskursif, Artefak Budaya, dan Potensi Simbol Pemersatu
Artikel ini menguji dua hipotesis. Pertama, cinta, penghormatan, serta pengambilan inspirasi nilai moral, akhlak, dan perjuangan Imam Husain a.s. dalam peristiwa Asyura dan Karbala tidak bersifat eksklusif bagi Mazhab Syiah. Kedua, sikap tersebut hidup pula di lingkungan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, khususnya di dunia Melayu dan Nusantara. Pengujian dilakukan melalui dua jenis bukti yang ditriangulasikan: bukti diskursif berupa nash hadis dan pandangan ulama panutan Aswaja, serta artefak budaya yang masih dapat diamati hingga kini. Pada ranah diskursif, sumber-sumber hadis Ahlus Sunnah (Bukhari, Tirmidzi, Musnad Ahmad) memuliakan Ahlul Bait, dan qasidah duka karya Imam Syafi’i memperlihatkan kecintaan kepada keluarga Nabi sebagai sikap arus utama Sunni, bukan penanda Syiah. Pada ranah artefak, hikayat klasik Melayu serta tradisi hidup seperti Tabuik di Pariaman, Tabot di Bengkulu, larangan hajatan pada bulan Suro di Jawa, dan jejak penghormatan Ahlul Bait di Sulawesi menunjukkan akar yang dalam dan lintas mazhab. Temuan mendukung kedua hipotesis: sosok Imam Husain a.s. berfungsi sebagai figur supra-mazhab dalam keberislaman Melayu-Nusantara.
Read More » -
Asyura dan Jantung Kemanusiaan
Peristiwa Asyura di Karbala pada tahun 61 Hijriah, ketika Husain bin Ali bersama sekitar tujuh puluh dua orang gugur menghadapi…
Read More »