Site icon Majulah IJABI

99 Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as. Kepada Kumail bin Ziyâd. (Bag.17) 

Sumber gambar:https://pin.it/6cN2Roq8t

 Oleh Habib Ali Umar Al Habsyi (Anggota Dewan Syura IJABI) 

Teman Sejati. 

يَا كُمَيْلُ، وَمَنْ أَخُوكَ؟ أَخُوكَ الَّذِي لَا يَخْذُلُكَ عِندَ الشِّدَّةِ، وَلَا يَقْعُدُ عَنْكَ عِندَ الْجَرِيرَةِ، وَلَا يَدَعُكَ حَتَّى تَسْأَلَهُ، وَلَا يَذَرُكَ وَأَمْرَكَ حَتَّى تُعْلِمَهُ، فَإِنْ كَانَ مُمِيلًا فَأَصْلِحْهُ. 

“Wahai Kumail, dan siapakah saudaramu itu? Saudaramu adalah dia yang tidak meninggalkanmu di saat kesulitan, tidak berpaling darimu ketika engkau berbuat salah, tidak membiarkanmu sehingga (terlebih dahulu) engkau meminta tolong kepadanya, dan tidak meninggalkanmu beserta urusanmu hingga engkau perlu memberi tahunya. Maka jika ia condong (menyimpang), perbaikilah dia.” 

Inilah saudara sejati yang setia, yang tidak akan meninggalkan dan menelantarkan temannya di saat-saat menghadapi kesulitan, atau terjatuh dalam kesalahan yang mungkin ia perbuat. Ia berusaha ber-tabayyun, karena boleh jadi ia punya uzur yang dapat dimaklumi yang berhak dimaafkan atas kesalahan itu. Dan andai ia pun tidak memiliki uzur yang jelas, dalam sebagian keadaan terkadang mengabaikan dan tidak memperuncing masalah adalah solusi terbaik. 

Sebagai manusia, terjatuh dalam kesalahan adalah sesuatu yang wajar terjadi, kecuali hamba-hamba yang maksum dan dijaga oleh Allah. Karena itu, menegur setiap kesalahan saudara kita -walaupun kecil dan sepele- akan merusak keharmonisan persahabatan. 

Seorang pujangga kondang Arab bernama Basysyâr bin Burdah bersyair: 

إِذَا كُنْتَ فِي كُلِّ الأُمُورِ مُعَاتِبًا ## صَدِيقَكَ لَمْ تَلْقَ الَّذِي لا تُعَاتِبُهْ 

Jika dalam setiap perkara engkau selalu menegur sahabatmu, niscaya engkau takkan pernah menemukan seorang pun yang tak layak engkau tegur. 

فَعِشْ وَاحِدًا أَوْ صِلْ أَخَاكَ فَإِنَّهُ ## مُقَارِفُ ذَنْبٍ مَرَّةً وَمُجَانِبُهْ 

Maka hiduplah seorang diri, atau teruslah bersahabat dengan saudaramu, sebab setiap manusia, sekali waktu berbuat salah, dan di lain waktu menjauhi dosa. 

*إِذَا أَنْتَ لَمْ تَشْرَب مِرَارًا عَلَى الْقَذَى ## ظَمِئْتَ وَأَيُّ النَّاسِ تَصْفُو مَشَارِبُهْ 

Jika engkau enggan meneguk air yang tercampur debu, ## niscaya engkau akan kehausan; sebab adakah manusia yang minumannya benar-benar jernih? 
Sebagai saudara sejati yang setia, ia akan selalu peduli dengan keadaan saudaranya. Sehingga ia mengetahui kondisinya dan membantunya sebelum ia terpaksa meminta bantuan kepadanya. 

Exit mobile version