Site icon Majulah IJABI

Lima Ciri Terbaik dari Hamba Allah 

Sumber gambar: https://pin.it/5Tcpoq8Km

Oleh Mohammad Adlany, Ph.D (Anggota Dewan Syura IJABI) 

Ciri Keempat: Kesabaran Saat Turunnya Ujian 

Allah SWT berfirman: 

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ، الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ، وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ 

“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu mereka yang apabila ditimpa musibah, berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155–157) 

Tanpa diragukan, ayat ini adalah penjelasan paling sempurna atas sabda Imam Ridha as.
Mereka yang bersabar ketika ditimpa cobaan dan bertawakal kepada Allah akan memperoleh ganjaran yang paling tinggi dari-Nya, yakni rahmat, kasih sayang, dan petunjuk Ilahi — rahmat yang bahkan surga dengan seluruh kemegahannya hanyalah setetes dari lautan rahmat tersebut. 
Ujian-ujian itu menimpa kita tanpa bisa dielakkan, dengan rasa takut dan lapar yang datang silih berganti, dengan berkurangnya harta dan jiwa, dan siapa pun yang tertimpa kekurangan itu pasti menyesali. 
Namun Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang sabar, mereka yang teguh dalam cobaan dan jihad, yang tetap sabar di tengah kesedihan dan bencana, dan tetap setia dalam wilayah (kepemimpinan) para Imam, meninggalkan segala kesenangan duniawi. 
Mereka yang cinta Ilahi membuat mereka bebas dari takut dan harap, dan ketika ditimpa musibah mereka berkata, “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.” 
Segala tindakan dan keputusan Allah atas diri mereka, mereka pandang adil dan pantas, sebab seluruh kerajaan adalah milik-Nya, dan Ia berbuat sesuai kehendak-Nya.
Bagi mereka, siang dan malam dipenuhi dengan limpahan shalawat dan rahmat Tuhan, dan mereka senantiasa memperoleh petunjuk demi petunjuk baru dari-Nya, hingga setiap saat mereka menemukan bentuk hidayah yang lebih dalam. 

Imam Ridha as bersabda: 
“Hakikat iman tidak akan terwujud dalam diri seorang mukmin kecuali jika ia memiliki tiga hal:
(1) sifat yang berasal dari Allah, 
(2) sifat yang berasal dari Rasul-Nya, 
(3) dan sifat yang berasal dari Imamnya. 
Sifat yang berasal dari Allah adalah menjaga rahasia (menyembunyikan perkara penting); sifat yang berasal dari Rasulullah adalah berinteraksi dengan manusia secara baik dan lembut; dan sifat yang berasal dari Imamnya adalah sabar dan tabah dalam menghadapi kesedihan dan cobaan.” (Shahīfah al-Ridha, Jawad Qayyumi, hlm. 381) 

Dalam hadis lain beliau bersabda: 
“Iman seorang hamba tidak akan sempurna sebelum ia memiliki tiga sifat: 
(1) pandangan yang tajam dan mendalam dalam urusan agama (bashirah fi al-din), 
(2) hidup dengan penuh keseimbangan (iqtishad fi al-ma‘isyah), 
(3) sabar dalam menghadapi musibah (sabr ‘inda al-mashibah).” (Shahīfah al-Ridha, Jawad Qayyumi, hlm. 381) 

Kedua hadis ini menegaskan satu hal penting yang sama: 
bahwa kesempurnaan iman tidak akan tercapai tanpa kesabaran dalam menghadapi ujian dan penderitaan. 

Sabar bukanlah sekadar menahan diri, tetapi merupakan cermin dari kedewasaan spiritual dan kepasrahan total kepada kehendak Allah. 

Berlanjut… 

Exit mobile version