Merajut Harmoni di Jantung Wonosobo: PD IJABI Wonosobo Hadiri Buka Puasa Bersama Ibu Hj. Shinta Nuriyah Wahid
WONOSOBO – Di tengah suasana khidmat hari ke-15 bulan suci Ramadan 1447 H, semangat kebersamaan lintas iman terpancar kuat di Kabupaten Wonosobo. Pada Kamis (05/03/2026), Pengurus Daerah (PD) IJABI Wonosobo bersama Fatimiyah PD IJABI Wonosobo berkesempatan menghadiri agenda buka puasa bersama Ibu Hj. Shinta Nuriyah Wahid yang bertempat di Pendopo Gerbang Terminal Wonosobo.
Meskipun wilayah Wonosobo diguyur hujan lebat, suasana di lokasi acara justru terasa hangat. Kehadiran rintik hujan dipandang sebagai anugerah Tuhan yang mengiringi antusiasme jamaah, warga, serta berbagai komunitas yang hadir memadati area kegiatan.
Simfoni Kebersamaan Lintas Iman
Acara dibuka dengan lantunan salawat yang syahdu dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Keberagaman semakin terasa kental saat lagu nasionalisme “Ya Lal Wathon” dikumandangkan. Menariknya, lagu tersebut dinyanyikan dengan penuh semangat oleh rekan-rekan dari Gereja Kristen Jawa (GKJ), yang seketika mencairkan suasana menjadi semakin akrab dan inklusif.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah, jajaran kepolisian, TNI Kodim, serta tokoh-tokoh dari berbagai komunitas lintas agama, imam, dan kepercayaan. Kehadiran berbagai elemen ini menjadi bukti nyata bahwa harmoni dan toleransi telah mengakar kuat di Wonosobo.
Pengakuan atas Keberagaman

Dalam sambutannya, Bapak Bupati Wonosobo bersama moderator acara secara khusus memperkenalkan berbagai komunitas minoritas yang ada di Kabupaten Wonosobo. Salah satu yang diperkenalkan adalah komunitas Pecinta Ahlulbait as. yang berhimpun di bawah organisasi Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI). Hal ini menjadi bentuk apresiasi dan pengakuan atas eksistensi keberagaman sebagai bagian dari kekayaan sosial daerah.
Pesan Kebangsaan: Memperkuat Persaudaraan
Puncak acara diisi dengan ceramah kebangsaan oleh Ibu Hj. Shinta Nuriyah Wahid. Dalam pesan-pesan yang menyentuh, beliau menekankan pentingnya upaya kolektif dari seluruh komunitas—baik yang berjejaring dengan Gusdurian maupun komunitas lainnya—untuk saling bahu-membahu memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa.
“Jangan sampai kita mudah diadu domba. Persaudaraan adalah kekuatan kita untuk menjaga keutuhan bangsa,” pesan beliau yang menekankan pentingnya sinergi dan solidaritas di tengah perbedaan.
Doa untuk Persatuan

Menjelang waktu berbuka, acara ditutup dengan lantunan nasyid dan salawat, yang kemudian dipungkasi dengan doa bersama secara lintas agama. Kebersamaan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya keharmonisan dan persatuan yang berkelanjutan di Indonesia, sebagaimana harapan yang disampaikan oleh Ibu Hj. Shinta Nuriyah Wahid dalam penutupnya.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan buka puasa bersama, di mana seluruh elemen masyarakat duduk setara dalam satu meja persaudaraan.





