Seminar Nasional dan Launching Buku : Tanan Dunia Baru? Pasca Gencatan Senjata & 40 Hari Syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs

JAKARTA – Sebuah kolaborasi intelektual berskala internasional sukses terselenggara di Kampus Cipayung, Universitas Paramadina, Sabtu (11/4/2026). Perhelatan bertajuk Kajian Kang Jalal (KKJ) Spesial 2026 ini menandai edisi ke-7 dari rangkaian diskusi rutin tersebut, dengan fokus utama pada peluncuran buku serta diskusi mengenai arah baru stabilitas global.
Acara ini terselenggara berkat kerja sama erat antara Kajian Kang Jalal (KKJ) dengan sejumlah lembaga strategis, yakni: Paramadina Graduate School of Islamic Studies (PGSI), Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), Universitas Paramadina, Konsulat Kebudayaan Besar Republik Islam Iran Jakarta, Kedutaan Besar (Embassy) Republik Islam Iran, Al-Huda International Cultural and Publishing Institution
Refleksi 40 Hari dan Harapan Tatanan Baru

Seminar nasional ini mengangkat tema besar “Tatanan Dunia Baru: Pasca Gencatan Senjata & 40 Hari Syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei QS”. Diskusi ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum 40 hari berpulangnya pemimpin besar Iran tersebut, sekaligus merespons situasi geopolitik terkini pasca kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah.
Dalam pidatonya, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Dr. Mohammad Boroujerdi, memaparkan bahwa dunia kini tengah memasuki fase transisi. Ia menilai keberhasilan mencapai gencatan senjata sebagai bentuk ketahanan moral dan politik yang signifikan.
“Dunia sedang menyaksikan pergeseran menuju keadilan global yang lebih merata. Peran mediator, seperti Pakistan, dalam menjembatani dialog diplomatik dengan Amerika Serikat menjadi bukti bahwa jalur damai yang bermartabat adalah prioritas,” jelas Dubes Boroujerdi.
Peluncuran Buku “Visi Futuristik”
Puncak acara ditandai dengan peresmian buku berjudul “Visi Futuristik Imam Sayyid Ali Khamenei”. Buku ini menjadi rujukan penting bagi kalangan akademisi, khususnya mahasiswa dari PGSI dan PGSD, untuk mendalami pemikiran strategis Iran dalam mempertahankan kedaulatan di tengah kepungan sanksi dan tekanan internasional.
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam menyediakan wadah bagi diskusi global yang kritis. “Kajian ini memberikan perspektif alternatif bagi mahasiswa diplomasi dan studi Islam dalam memahami dinamika Timur Tengah yang sangat kompleks,” ujarnya.
Kehadiran Tokoh dan Intelektual

Edisi spesial KKJ ke-7 ini menghadirkan sederet narasumber terkemuka yang membedah tema dari berbagai sudut pandang, antara lain:
- Dr. Mohammad Mehdi Imanipour (Presiden ICRO)
- Habib Zahir Yahya, M.A. (Ketua Umum DPP ABI)
- Dr. Nasir Tamara, MA, M.Sc (Penulis & Pakar Timur Tengah)
- Dr. Subhi Ibrahim (Direktur PGSI Paramadina)
- KH Miftah Fauzi Rakhmat, Lc, MA (Ketua Dewan Syura IJABI) dalam pemaparannya menyampaikan makna dari cuplikan isi buku yang diluncurkan, yakni pertama bahwa setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan berdoa dan bertawasul. Sebagaimana tertulis dalam buku tersebut, di Iran, seorang ahli peluru kendali selalu mengawali penyelesaian kendala teknis dengan berdoa dan bertawasul melalui pembacaan Jausan Kabir dan sebagainya. Selain itu, kedua buku ini merupakan kumpulan wasiat dari Ayatullah Ali Khamenei yang ditujukan bagi kalangan muda sebagai generasi penerus.
Diskusi yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan kesimpulan bahwa visi futuristik yang ditinggalkan oleh Ayatullah Ali Khamenei tetap menjadi fondasi penting bagi pergerakan politik dan keagamaan di kawasan tersebut, terutama dalam menyongsong tatanan dunia yang lebih multipolar.










