
Penulis: Habib Ali Umar Al Habsyi (Anggota Dewan Syura IJABI)
يَا كُمَيْلُ، الْبَرَكَةُ فِي الْمَالِ مِنْ إِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَمُوَاسَاةِ الْمُؤْمِنِينَ، وَصِلَةِ الْأَقْرَبِينَ، وَهُمْ الْأَقْرَبُونَ لَنَا.
Wahai Kumail, keberkahan dalam harta diperoleh melalui menunaikan zakat, menolong sesama orang beriman, dan menyambung tali silaturahmi dengan kaum kerabat, mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan kami.
Dalam wasiat ini, Imam Ali as menekankan pentingnya menunaikan zakat harta sebagai sebuah Kewajiban Agama yang Allah SWT tetapkan. Ia akan menjaga harta agar tetap dalam keberkahan bagi pemiliknya. Sebab harta yang tidak ditunaikan kewajiban zakatnya, ia akan menjadi petaka dan mendatangkan murka Tuhan.
Menunaikan zakat adalah ujian bagi hamba Mukmin dalam ketaatannya menjalankan Syari’at Allah SWT. di samping ia menjadi media saling menolong. Si kaya yang memiliki harta menolong mereka yang membutuhkan.
Telah diriwayatkan dari Imam Ja’far as., beliau bersabda:
إِنَّمَا وُضِعَتِ الزَّكَاةُ اخْتِبَارًا لِلْأَغْنِيَاءِ وَمَعُونَةً لِلْفُقَرَاءِ، وَلَوْ أَنَّ النَّاسَ أَدُّوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، لَمَا بَقِيَ مُسْلِمٌ فَقِيرٌ مُحْتَاجٌ، وَلَاسْتَغْنَى بِمَا فَرَضَ اللَّهُ لَهُ.وَأَنَّ النَّاسَ مَا افْتَقَرُوا وَلَا احْتَاجُوا وَلَا جَاعُوا وَلَا عَرُوا إِلَّا بِذُنُوبِهِمْ.
“Sesungguhnya zakat diwajibkan sebagai ujian bagi orang-orang kaya dan bantuan bagi orang-orang miskin. Seandainya manusia menunaikan zakat harta mereka, tidak akan ada seorang Muslim pun yang miskin atau membutuhkan, dan semua akan tercukupi dengan apa yang Allah telah wajibkan untuknya. Dan sesungguhnya manusia tidak menjadi miskin, tidak membutuhkan, tidak kelaparan, dan tidak telanjang kecuali karena dosa-dosa mereka sendiri.”
Menunaikan zakat adalah keberkahan bagi harta. Selain itu, Imam Ali as. menambahkan bahwa selain zakat, harta menjadi bertabur keberkahan dari Allah dengan berbagi, berinfaq dan menolong orang yang membutuhkan, khususnya mereka yang ternaungi di bawah atap satu akidah dan keimanan dengan kita, dan terkhusus lagi adalah keluarga dan kerabat dekat kita.
Ayat-ayat di bawah ini menegaskan bahwa kebaikan yang kita berikan kepada kerabat dekat kita, akan dilipat-gandakan pahalanya. Pahala berinfak dan pahala bersilaturahmi, menyambung tali kekerabatan.
Allah SWT. berfirman:
فَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِۖ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Oleh karena itu, beri kerabat dekat haknya, juga orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ar Rûm; 38)
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS. An Nisâ’; 36)
Dan masih banyak ayat-ayat serupa lainnya.
(Bersambung Insyaallah)




