Khazanah
-
Rahasia Intonasi Menurut Al-Qur’an
“Sering kali yang lebih dahulu didengar manusia bukanlah isi ucapan kita, melainkan cara kita mengucapkannya.” Gagasan ini telah lama menjadi…
Read More » -
MILAD KE-26 IJABI: MENANDAI ARAH BARU PERADABAN MELALUI GERAK INTELEKTUAL DAN PERKHIDMATAN
Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menegaskan kembali komitmennya dalam membangun arah baru peradaban.…
Read More » -
26 TAHUN IJABI
Filosofi Identitas Visual Milad IJABI ke-26 Tidak semua perjalanan diukur oleh panjangnya waktu. Sebagian dikenang karena nilai-nilai yang terus dihidupkan.…
Read More » -
Merawat Kemanusiaan dalam Cahaya Karbala
Seperti menanti hilal yang membawa kabar sukacita, antusiasme jemaah untuk menyambut majelis Asyura selalu menjadi penantian yang mendebarkan bagi para…
Read More » -
Qodama shidqin di sisi-Mu bersama Husain dan para sahabat Husain
Maka, bagaimana agar kita kelak digabungkan dengan Habib, Muslim, Jawn dan para Syuhada Karbala lain yang demikian mulia? Inilah pertanyaan…
Read More » -
Memoar Ziarah Ke Ra’sul Husein Kairo
Sejarah Imam Husein bukanlah sekadar deretan angka tahun atau kronologi politik yang dingin. Ia adalah bara abadi dalam dada umat…
Read More » -
KARBALA, HIJRAH, DAN JEJAK WARISAN: Menjemput Amanah dari Para Pendahulu
Hijrah adalah Keberangkatan dari "Status Quo" Hijrah Nabi bukanlah pelarian. Itu adalah keberanian untuk meninggalkan kenyamanan Makkah demi sebuah visi…
Read More » -
MAKNA SYUKUR DALAM SUJUD ZIARAH ASYURA
Kalimat اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، حَمْدَ الشَّاكِرِينَ لَكَ عَلَى مُصَابِهِمْ، اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى عَظِيمِ رَزِيَّتِي merupakan bagian dari doa dan Ziarah…
Read More » -
Imam Husain a.s. dalam Tradisi Islam di Dunia Melayu–Nusantara: Bukti Diskursif, Artefak Budaya, dan Potensi Simbol Pemersatu
Artikel ini menguji dua hipotesis. Pertama, cinta, penghormatan, serta pengambilan inspirasi nilai moral, akhlak, dan perjuangan Imam Husain a.s. dalam peristiwa Asyura dan Karbala tidak bersifat eksklusif bagi Mazhab Syiah. Kedua, sikap tersebut hidup pula di lingkungan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, khususnya di dunia Melayu dan Nusantara. Pengujian dilakukan melalui dua jenis bukti yang ditriangulasikan: bukti diskursif berupa nash hadis dan pandangan ulama panutan Aswaja, serta artefak budaya yang masih dapat diamati hingga kini. Pada ranah diskursif, sumber-sumber hadis Ahlus Sunnah (Bukhari, Tirmidzi, Musnad Ahmad) memuliakan Ahlul Bait, dan qasidah duka karya Imam Syafi’i memperlihatkan kecintaan kepada keluarga Nabi sebagai sikap arus utama Sunni, bukan penanda Syiah. Pada ranah artefak, hikayat klasik Melayu serta tradisi hidup seperti Tabuik di Pariaman, Tabot di Bengkulu, larangan hajatan pada bulan Suro di Jawa, dan jejak penghormatan Ahlul Bait di Sulawesi menunjukkan akar yang dalam dan lintas mazhab. Temuan mendukung kedua hipotesis: sosok Imam Husain a.s. berfungsi sebagai figur supra-mazhab dalam keberislaman Melayu-Nusantara.
Read More » -
Asyura dan Jantung Kemanusiaan
Peristiwa Asyura di Karbala pada tahun 61 Hijriah, ketika Husain bin Ali bersama sekitar tujuh puluh dua orang gugur menghadapi…
Read More »