Kegiatan

Peringati Maulid Nabi, Direktur ICC Prof. Dr. Sharifani Kunjungi PP IJABI dan Ulas Kunci Sukses Dakwah Rasulullah

BANDUNG — Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (PP IJABI) menyambut hangat kunjungan silaturahmi Direktur Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, Prof. Dr. Sharifani, di Bandung, Senin (7/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prof. Dr. Sharifani hadir bersama keluarga besar dengan didampingi oleh Ustadz Dr. Akmal Kamil, M.A.

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh K.H. Miftah F. Rakhmat (Ketua Dewan Syura IJABI), jajaran pimpinan PP IJABI bersama Pengurus Wilayah (PW) IJABI Jawa Barat. Pertemuan persaudaraan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, tetapi juga diisi dengan majelis ilmu bertepatan dengan momentum peringatan bulan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Dalam taushiahnya, Prof. Dr. Sharifani membedah prinsip fundamental keberhasilan risalah kenabian. Mengacu pada sari pati Al-Qur’an, khususnya Surah Ali ‘Imran ayat 159 serta keteladanan sirah nabawiyah, beliau merumuskan pilar-pilar keberhasilan dakwah Rasulullah saw.:

  1. Kasih Sayang (Rahmah): Fondasi utama dakwah kenabian adalah cinta universal. Beliau diutus sebagai rahmat bagi semesta (rahmatan lil ‘alamin), menjadikan welas asih sebagai motif dasar setiap seruan kebaikan.
  2. Kelemahlembutan: Sikap santun dan tutur kata yang menyejukkan adalah daya tarik utama risalah Islam. Kelembutan hati Nabi saw. terbukti meruntuhkan resistensi kultural masyarakat jahiliah.
  3. Menghindari Kekerasan Hati: Sikap kasar dan temperamen keras justru menjauhkan umat. Al-Qur’an menegaskan bahwa andai Rasul bersikap keras lagi berhati beku, niscaya para sahabat akan bercerai-berai dari sekelilingnya.
  4. Membangun Relasi dan Berperan Aktif di Masyarakat: Dakwah tidak berjalan di ruang hampa. Rasulullah membaur, mendengarkan denyut nadi problematika umat, dan menjadi solusi nyata dalam tatanan sosial madani.
  5. Kelapangan Dada untuk Memaafkan (Al-‘Afw): Membuka pintu maaf atas kekhilafan umat tanpa menyimpan dendam adalah bentuk kematangan moral yang menundukkan musuh menjadi sahabat setia.
  6. Memohonkan Ampunan bagi Sesama (Istighfar): Seorang pemimpin spiritual senantiasa mendoakan perbaikan bagi kaumnya. Bahkan saat dizalimi, Rasulullah saw. memohonkan hidayah dan ampunan bagi mereka yang belum memahami.
  7. Mengutamakan Musyawarah (Syura): Menghargai pandangan para pengikut dalam urusan kemaslahatan bersama melahirkan kepemilikan kolektif atas perjuangan dan menepis otoritarianisme.
  8. Keteguhan Tekad (‘Azam): Setelah melalui pertimbangan matang dan musyawarah, seorang da’i harus memiliki ketetapan hati yang teguh dan tidak terombang-ambing oleh keraguan.
  9. Berserah Diri dan Bertawakal kepada Allah: Keseimbangan antara ikhtiar rasional dan kepasrahan spiritual total. Keberhasilan hakiki diletakkan sepenuhnya dalam naungan kehendak Ilahi.
  10. Integritas Kejujuran (Ash-Shidq): Gelar Al-Amin (yang terpercaya) melekat jauh sebelum mandat kenabian turun. Integritas moral dan kejujuran tanpa kompromi adalah modal sosial terbesar dalam memenangkan kepercayaan publik.

Keteladanan Kesabaran Tarbiyah

Sebagai penegas materi, Prof. Dr. Sharifani membagikan riwayat menyentuh mengenai keagungan akhlak Rasulullah saw. Beliau mengisahkan momen ketika Nabi saw. menangis tersedu-sedu saat seorang anak yatim yang diasuhnya wafat. Anak tersebut semasa hidupnya dikenal memiliki perilaku yang sangat buruk, kerap berbuat onar, dan berulang kali menguji batas kesabaran orang-orang di sekitarnya.

Melihat kesedihan mendalam Rasulullah saw., para sahabat bertanya mengapa beliau menitikkan air mata sedemikian rupa untuk anak yang terkenal menyulitkan tersebut.

Rasulullah saw. menjawab: “Hari ini, aku menangis karena telah kehilangan sebuah medan terbaik untuk menguji dan melatih kesabaran dalam mendidik.”

Kisah tersebut menegaskan paradigma pendidikan Nabi saw.: membimbing jiwa yang sulit bukanlah beban yang harus disingkirkan, melainkan sarana pengorbanan luhur untuk mematangkan jiwa pendidik dalam kesabaran tanpa batas.

Kunjungan silaturahmi ini diakhiri dengan doa bersama dan diskusi konstruktif mengenai sinergi keumatan, mempererat komitmen kedua lembaga dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, rasional, dan menjunjung tinggi ukhuwah.

iklan

Admin IJABI
Reporter |  + posts
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berkaitan

Back to top button