Uncategorize
-
Wajah Islam dan Tauhid Syuhada’
Seandainya tidak ada sosok-sosok seperti syuhada, mungkin Islam hanya dikenal tak lebih dari ritual pemujaan Tuhan, gemuruh tempat ibadah, petuah moral,…
Read More » -
Tarian Indah Kesyahidan
Sang Mahaguru mendaras kematian ala Heidegger. Sterben dan verbleiben (atau aufleben), tuturnya. Kematian khas manusia autentik. Persona yang menemukan makna terdalam kehidupan melalui kematian. Kematian yang…
Read More » -
Hani’an lakas Syahadah
10 bulan suci Ramadhan 1447 H, pada hari rihlah agung malakuti Sayyidah Khadijah sa, ulama besar ini gugur dalam sebuah serangan Israel dan…
Read More » -
Kami Yatim Lagi
Kami terbangun di pagi yang kosong, mata kami berat oleh tangis yang tak kunjung reda. Langit seakan ikut menangis, menyaksikan…
Read More » -
Ridha dalam Doa Sahar
Inilah fitrah manusia . Ia selalu mengejar kesempurnaan eksistensialnya. Yakni, al falah. Kebahagiaan yang sejati. Hemat penulis, ini adalah kondisi…
Read More » -
Cahaya Itu Ada di Dalam Sebaik-Baik Rumah Tuhan
Itu Rumah Siapa? Ketika rangkaian ayat di atas turun kepada Baginda Nabi Mulia saw., beliau membacakannya di hadapan para sahabat. Rasa…
Read More » -
CAHAYA YANG JATUH KE DALAM LAPAR: Sebuah Prosa Liris tentang Tasbih, Keheningan, dan Tubuh yang Berpuasa
KH Jalaluddin Rakhmat berkata bahwa jalan tercepat menuju-Nya adalah perkhidmatan. Bukan ritual, melainkan tangan yang memberi, kaki yang datang, dan telinga yang mendengar tanpa agenda.…
Read More » -
Uraian Kalimat Irfani Hasyim al-Haddad: Dari Retorika Akhlak Hingga Pergeseran Halus
‘Arif billah Syaikh Hasyim al-Haddad, murid dari Ayatullah Sayyid ‘Ali Qadhi, berkata: “Sesungguhnya jalan menuju Allah bukanlah dengan banyak berbicara (retorika) dan bukan pula mengklaim maqam-maqam spiritual,…
Read More » -
Ketika Lapar Memiliki Nada Sendiri : Sebuah Renungan Kecil dari Wirid Siang Hari Bulan Puasa
Bayangkan seorang hamba. Ia disapa Tuhan bak Nabi Musa a.s. disapa Tuhan. "Ketika Aku sakit, mengapa kamu tidak datang menjenguk-Ku?"…
Read More » -
Refleksi Dzikir Siang Hari Bulan Ramadhan dalam Pandangan Wahdatul Wujud, Gradasi Wujud dan Stoic
filsafat Stoik, di mana para pemikir seperti Epictetus dan Marcus Aurelius mengajarkan bahwa alam semesta diatur oleh Logos—sebuah prinsip rasional dan baik yang identik dengan Tuhan atau Alam. Bagi kaum Stoik, kebaikan tertinggi adalah hidup sesuai dengan alam ini, menerima takdir dengan ketenangan, dan menjadikan kebajikan (virtue) sebagai tujuan utama.
Read More »