Kegiatan

Peringati Milad ke-15, MUHSIN Tegaskan Komitmen Ukhuwah Sunni-Syiah di Tengah Dinamika Geopolitik Global

20 Mei 2026 – Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional dalam rangka memperingati Milad ke-15 tahun deklarasinya pada Rabu (20/5). Kegiatan virtual yang berlangsung khidmat ini dihadiri kurang lebih oleh 100 partisipan dari berbagai elemen masyarakat, akademisi, serta aktivis keagamaan dari seluruh Indonesia. 

Mengangkat tema Tantangan ukhuwah Islamiyah di tengah Krisis Ekonomi dan Politik : Perspektif Lokal dan Global , pertemuan ini menghadirkan tiga tokoh kunci sebagai narasumber utama, yaitu Ketua Umum MUHSIN H. Daud Poliradja, Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) KH. Miftah Fauzi Rakhmat, dan Wakil Ketua Majelis Syura Partai Ummat Dr. H. M.S. Kaban, SE, M.Si. 

Melangkah ke Kancah Internasional
Ketua Umum MUHSIN, H. Daud Poliradja, mengawali pemaparannya dengan merefleksikan kilas balik sejarah berdirinya MUHSIN pada 20 Mei 2009 silam di Masjid Akbar Kemayoran, yang digagasnya bersama almarhum Ustaz Jalaluddin Rakhmat. Menyoroti situasi terkini di Timur Tengah dan dampaknya terhadap perekonomian nasional, Daud mengusulkan eskalasi gerakan ke ranah global melalui pembentukan panitia Deklarasi Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Internasional (MUHSIN Internasional) sebagai mediator diplomasi umat. 

H.DAUD POLIRADJA, KETUA MUHSIN

Perbedaan kepentingan politik antarnegara tidak boleh mengalahkan kepentingan Ukhuwah Sunni-Syiah Internasional dalam memposisikan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin.” H. Daud Poliradja

Islah Sebagai Kewajiban Agama*

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Syura IJABI, KH. Miftah Fauzi Rakhmat, membedah urgensi ukhuwah dari kacamata historis dan teologis. Merujuk pada Piagam Makkah, Risalah Amman, hingga Deklarasi Bogor, Kiai Miftah menegaskan bahwa pendekatan (taqrib) mazhab memiliki akar sejarah yang kuat. Menukil Surah Al-Hujurat ayat 10, ia menekankan bahwa melakukan rekonsiliasi (islah) adalah perintah agama yang mutlak, sekaligus mengajak kader MUHSIN untuk terus bergerak membangun ruang hidup bersama yang harmonis (co-existence).

K.H. Miftah F. Rakhmat, Lc, MA., Ketua Dewan Syura IJABI

“Perintah untuk melakukan Islah (mendamaikan) di antara saudara yang berselisih adalah kewajiban agama yang setara dengan wajibnya shalat dan puasa, di mana tolok ukur utamanya adalah kemaslahatan bersama.” KH. Miftah Fauzi Rakhmat

Membangun Kesepahaman (Tafahum) Global
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Dr. H. M.S. Kaban, SE, M.Si, memberikan perspektif historis mengenai pembentukan negara-bangsa (nation-state) pasca-runtuhnya kekhalifahan Islam, termasuk sejarah berdirinya NKRI yang lahir dari kesepakatan murni para tokoh Nusantara. Mantan Menteri Kehutanan ini mengingatkan agar umat Islam di Indonesia tidak terjebak dalam konflik sektarian yang kontraproduktif, melainkan fokus mencari titik temu demi menyongsong pergiliran peradaban dunia.

Dr. H. M.S. Kaban, SE, M.Si, Wakil Ketua Majelis Syura Partai Ummat

“Di tengah perubahan tatanan dunia global saat ini, umat Islam harus mengedepankan ‘sense of tafahum’ atau rasa saling memahami agar kita fokus mencari titik persamaan, bukan terjebak dalam konflik pemikiran.” Dr. H. M.S. Kaban, SE, M.Si

Webinar Milad 15 Tahun MUHSIN ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif bersama para peserta. Melalui momentum milad ini, MUHSIN berharap rencana audiensi ke berbagai lembaga strategis nasional seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, MUI Pusat, PP DMI, serta beberapa kedutaan besar negara sahabat dapat segera terealisasi guna mematangkan jalan menuju deklarasi internasional. 

iklan

Admin IJABI
Reporter |  + posts
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berkaitan

Back to top button