Kegiatan

Khidmat di Jalan Ahlulbait: Duka cita teramat dalam atas Syahidnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei  

1 Maret 2026 – Sebagai bentuk penghormatan dan respons atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei beserta keluarga dan anak-anak tidak berdosa di sekolah Minab, akibat serangan Brutal Amerika dan Zionis Israel, IJABI melaksanakan Tahlil dan Doa Bersama secara nasional.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan tahlil oleh Dr. Mukhammad Idrus dan memuncak pada Majelis ilmu serta penyampaian pernyataan sikap organisasi yang dipaparkan oleh Ketua Dewan Syura IJABI, K.H. Miftah F. Rakhmat. Berikut petikan lengkap pernyataan tersebut :
Bismillahirrahmannirrahim 
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Salawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW dan keluarganya yang suci. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan syafaat mereka, baik di dunia maupun di akhirat. 

Duka bagi Umat Islam dan Bangsa Iran  

Hari ini, kita menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh umat Islam, khususnya kepada bangsa Iran, para maraji, dan ulama. Secara khusus, ungkapan duka ini kita tujukan kepada Maulana Shahibul Zaman afs., yang kembali kehilangan seorang khadim (pelayan) yang telah membaktikan seluruh hayatnya yang penuh berkah demi kemuliaan agama Allah, demi izzah Rasulullah SAW, dan demi kesucian Ahlulbait AS. 

iklan

Di satu sisi, ini adalah masa-masa berkabung yang berat. Namun di sisi lain, kita diajarkan bahwa risalah Ilahiyah yang diwariskan turun-temurun dari para nabi tidak akan pernah bisa dipadamkan oleh siapa pun. Meskipun musuh berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan lisan dan propaganda mereka, Allah SWT akan senantiasa menyempurnakan cahaya-Nya. 

Khidmat sebagai Karunia, Bukan Hak yang Terberi  

Khidmat di jalan Ahlulbait bukanlah sesuatu yang bisa kita anggap sebagai hal yang biasa (taken for granted). Khidmat ini adalah karunia, keistimewaan, dan pilihan langsung dari Allah SWT. Jika kita tidak mengambil kesempatan ini, Allah dengan sangat mudah akan mengganti kita dengan kelompok lain yang lebih layak. 

Sayyidul Qa’id (Semoga Allah merahmatinya) adalah sosok yang sangat memahami nilai khidmat ini. Beliau pernah menyampaikan bahwa di antara seluruh rangkaian kegiatannya yang padat, hal yang paling membahagiakan adalah bertemu dengan mereka yang berkhidmat untuk Ahlulbait. Dalam bahasa Persia, beliau menyebut khidmat ini sebagai sesuatu yang shirin—manis, lezat, dan indah. Mari kita jadikan khidmat ini sebagai prioritas utama dalam hidup kita, di tengah kesibukan pekerjaan dan urusan keluarga. 

Keteladanan dalam Maaf dan Keikhlasan 

Kita diingatkan kembali pada sosok beliau yang penuh ketulusan. Pernah suatu ketika, sekelompok massa membakar foto beliau. Namun dengan kerendahan hati, beliau berkata, “Saya tutup mata dari semua itu. Saya maafkan dan ikhlaskan semuanya.” Beliau selalu memandang dirinya sebagai sosok yang kecil (al-faqir) di hadapan Islam dan memohon doa agar jiwanya tetap istiqamah di jalan Islam hingga akhir hayat. Hari ini, beliau telah menjemput kesyahidan tersebut sebagai pelayan yang setia. 

Membalikkan Narasi dan Menghadapi Perang Propaganda  

Dalam situasi saat ini, kita memiliki kewajiban untuk membalikkan narasi negatif dan menyampaikan hujah yang kuat. Ada dua hal utama yang perlu kita luruskan terhadap propaganda global: 

  1. Isu Nuklir: Tuduhan bahwa Iran sedang membangun senjata nuklir adalah narasi lama yang terus diulang sejak tahun 1980-an. Padahal, Rahbar telah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan senjata nuklir. Perundingan sering kali buntu bukan karena Iran tidak kooperatif, melainkan karena musuh tidak menginginkan kesepakatan yang baik. 
  1. Isu Domestik dan “Regime Change“: Musuh menggunakan istilah “rezim” untuk mendelegitimasi pemerintahan yang sah dan mencoba memprovokasi rakyat Iran untuk melakukan kudeta. Namun, jutaan rakyat yang turun ke jalan hari ini bukan untuk menjawab seruan musuh, melainkan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang pemimpin. Ini adalah bukti nyata bahwa rakyat tetap berdiri bersama kepemimpinan mereka. 

Seruan Solidaritas: Merapatkan Barisan  

Kami menitipkan beberapa pesan penting untuk beberapa hari ke depan: 

  1. Sampaikan Kebenaran: Sebarkan narasi positif seluas-luasnya untuk melawan algoritma media arus utama yang tidak berimbang. 
  1. Hadir dalam Majelis: Bergabunglah dalam majelis-majelis takziah di mana pun berada. Saling menguatkan dan memberikan penghiburan di masa yang berat ini. 
  1. Tunjukkan Kehadiran: Sampaikan salam solidaritas melalui kedutaan besar atau pengisian buku tamu. Biarkan dunia melihat bahwa perjuangan beliau bukan hanya milik bangsa Iran, tapi milik setiap kaum tertindas di muka bumi (mustadh’afin). 
  1. Hindari Perpecahan: Jauhi perdebatan dan diskusi di ruang digital yang hanya akan memupuk disintegrasi. Ini adalah saatnya kita merapatkan barisan. 

Menunaikan Hak Sang Pemimpin Sayyidul Qa’id memiliki hak yang besar atas kita semua. Beliau adalah pintu yang membukakan taman kecintaan pada Ahlulbait bagi kita. Jika hari ini kita merasakan kenikmatan dalam berziarah, mengenal ilmu-ilmu suci, atau merasakan perjalanan rohani seperti Arba’in, sesungguhnya kita berutang pada khidmat beliau. 

Terima kasih kepada seluruh pengurus dan jemaah yang telah menyelenggarakan majelis ini. Majelis tahlil ini sejatinya adalah untuk kita semua, agar kita mendapatkan berkah dari perjuangan para syuhada. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa mengikuti langkah mereka hingga kedatangan Sang Pemilik Zaman (Imam Mahdi afs.). 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Ahad, 1 Maret 2026 – Majelis Duka Syahadah Imam Ali Husaini Khamenei 

Admin IJABI
Reporter |  + posts
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berkaitan

Back to top button