99 Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as. Kepada Kumail bin Ziyâd. (Bag.9)
Oleh Habib Ali Umar Al Habsyi (Anggota Dewan Syura IJABI)
(Diambil dari Buku Tafsir Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as. Kepada Kumail bin Ziyâd)
يَا كُمَيْلُ، الصَّدَقَةُ تُنْمَى عِنْدَ اللهِ.
Wahai Kumail, sedekah itu berkembang di sisi Allah.
Sebuah anjuran agar bersedekah dengan menyebutkan sebagian dari keberkahan dan faedahnya. Ketika Allah memerintahkan atau menganjurkan sebuah amalan, Allah menyertakan dengan menyebut janji-Nya berupa pahala besar yang disiapkan untuk para pelakunya. Di antara pahala bersedekah adalah Allah akan melipat-gandakan pahala bersedekah. Allah SWT. berfirman:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah; 261)
Bersedekah akan mengembangkan dan memberi keberkahan khusus bagi harta dan membentenginya dari dicabutnya nikmat itu.
Dalam beberapa hadis Nabi saw. disebutkan:
أَكْثِرُوا مِنَ الصَّدَقَةِ تُرْزَقُوا.
“Perbanyaklah bersedekah, niscaya kalian akan diberi rezeki.”
إِنَّ الصَّدَقَةَ تَزِيدُ صَاحِبَهَا كَثْرَةً، فَتَصَدَّقُوا يَرْحَمْكُمُ اللَّهُ.
“Sesungguhnya sedekah menambah (kelapangan dan keberkahan) bagi orang yang memberinya. Maka bersedekahlah, semoga Allah merahmati kalian.”
Imam Ali as bersabda:
اِستَنزِلُوا الرِّزقَ بِالصَّدَقةِ.
Turunkanlah rezeki dengan bersedekah.
إِذَا أَمْلَقْتُمْ فَتَاجِرُوا اللَّهَ بِالصَّدَقَةِ.
Apabila kalian jatuh miskin, maka berdaganglah dengan Allah melalui sedekah.
Diriwayatkan bahwa Imam Ja’far as bersabda:
إِنِّي لَأُمْلِقُ أَحْيَانًا، فَأُتَاجِرُ اللَّهَ بِالصَّدَقَةِ.
“Terkadang aku sendiri mengalami kesulitan (kekurangan harta), maka aku berdagang dengan Allah melalui sedekah.”
Beliau as juga bersabda:
الصَّدَقَةُ تَقْضِي الدَّيْنَ، وَتُخْلِفُ بِالْبَرَكَةِ.
“Sedekah dapat melunasi utang dan mendatangkan keberkahan.”
Dalam al Kâfi, al Kulaini -semoga Allah selalu mewangikan kubur beliau- meriwayatkan dari Abu Isa, ia berkata: “Abu Abdillah berkata kepada Muhammad putra beliau:
يَا بُنَيَّ، كَمْ فَضَلَ مَعَكَ مِنْ تِلْكَ النَّفَقَةِ؟ قَالَ: أَرْبَعُونَ دِينَارًا. قَالَ: أُخْرُجْ فَتَصَدَّقْ بِهَا. قَالَ: إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ مَعِي غَيْرُهَا! قَالَ: تَصَدَّقْ بِهَا؛ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُخْلِفُهَا. أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ مِفْتَاحًا، وَمِفْتَاحَ الرِّزْقِ الصَّدَقَةُ؟ فَتَصَدَّقْ بِهَا. فَفَعَلَ، فَمَا لَبِثَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ (عَلَيْهِ السَّلَامُ) عَشَرَةَ أَيَّامٍ، حَتَّى جَاءَهُ مِنْ مَوْضِعٍ أَرْبَعَةُ آلَافِ دِينَارٍ.
_“Wahai putraku, berapa sisa dari bekal (nafkah) yang engkau miliki?” Ia menjawab, “Empat puluh dinar.” Beliau berkata, “Keluarkanlah dan bersedekahlah dengannya.” Ia berkata, “Itu semua yang tersisa padaku!” Beliau bersabda, “Bersedekahlah dengannya, karena Allah -Azza wa Jalla- akan menggantinya. Tidakkah engkau tahu, setiap sesuatu memiliki kunci,
dan kunci rezeki adalah sedekah? Maka bersedekahlah dengannya.”
Lalu ia melakukannya. Tidak sampai sepuluh hari kemudian, datanglah kepadanya empat ribu dinar dari suatu tempat.”_
Bersedekah akan mencegah pelakunya dari kematian buruk dan dari siksa api neraka.
Dan masih banyak keutamaan lain seperti disebutkan dalam banyak ayat dan hadis.
(Bersambung Insyaallah)




