Kegiatan

Langkah Kaki Kesetiaan: Peringatan Arbaeen dan Replika Arbaeen Walk PD IJABI Majalengka

Semangat mengenang pengorbanan suci Sayyidusy Syuhada Imam Husein as menyelimuti Majalengka pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kendati sempat tertunda sepekan dari rencana awal pada 1 Agustus, antusiasme dan keikhlasan jemaah tidak surut sedikit pun untuk menyukseskan gelaran peringatan Arbaeen yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (PD IJABI) Majalengka.

Rangkaian kegiatan dimulai tepat pukul 09.30 WIB dengan pembacaan doa dan ziyarat di makbaroh almarhum Ustadz Jamaludin Hasyib di Desa Maja Utara, Kecamatan Maja. Suasana hening dan khidmat mengiringi doa-doa yang dipanjatkan di pusara sosok pendahulu yang telah menorehkan jejak kebaikan dakwah di tanah Majalengka.

Dari makbaroh, para peserta yang terdiri dari lintas generasi—mulai dari sesepuh hingga anak-anak—memulai aksi jalan kaki (long march) menempuh rute sekitar 3 kilometer menuju Sekretariat PD IJABI Majalengka di Desa Sindangkerta. Berjalan beriringan di bawah terik matahari pedesaan yang teduh, langkah kaki ini menjadi replika simbolis Arbaeen Walk, menghadirkan getaran jutaan peziarah Najaf–Karbala ke bentang alam Majalengka. Setiap ayunan langkah diniatkan sebagai bukti kesetiaan dan belasungkawa atas derita keluarga suci Nabi.

Setibanya di sekretariat sekitar tengah hari, para peserta beristirahat dan menunaikan salat berjamaah. Tepat pukul 13.00 WIB, suasana majelis berganti haru saat pembacaan Doa Tawasul dikumandangkan, dipandu langsung oleh Ketua PD IJABI Majalengka, Kang Sayahdiun.

Kekayaan budaya lokal turut mewarnai peringatan kali ini melalui pembacaan maktal (kisah duka syahadah Imam Husein) dalam bahasa Sunda oleh Ustadz Suwarno. Tutur bahasa daerah yang sarat kelembutan rasa berhasil mengantarkan hadirin menyelami kembali getirnya tragedi padang Karbala secara lebih dekat dan menyentuh sanubari.

iklan

Majelis ilmu kemudian dilanjutkan dengan tausiyah bernas dari Ustadz Iwan Setiawan yang hadir dari Bandung. Pemaparan beliau membuka ruang refleksi mendalam mengenai nilai keteguhan, keadilan, dan spirit pembebasan yang diwariskan oleh gerakan Imam Husein bagi kehidupan bermasyarakat masa kini.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, doa bersama, serta ramah tamah yang mempererat silaturahmi antaranggota jemaah. Syukron lillah ‘alaa kulli haal, sebuah ikhtiar khidmat yang sederhana namun sarat makna kecintaan kepada Ahlulbait Nabi saw.

Admin IJABI
Reporter |  + posts
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berkaitan

Artikel Lain
Close
Back to top button