Kegiatan

Lima Tanda dan Value KATAJI

Pembekalan Ketua Dewan Syura IJABI pada Launching KATAJI (22 Agustus 2026)

Hari ini adalah hari yang penuh berkah. Tanggal 8 Rabiulawal diperingati sebagai hari syahadah Imam Hasan al-Askari a.s. Esoknya, 9 Rabiulawal, menjadi momentum dimulainya masa imamah Imam Muhammad al-Mahdi a.j. Sementara 10 Rabiulawal dikenang sebagai hari pernikahan agung Rasulullah saw. dengan Sayidah Khadijah al-Kubra a.s.

Hari-hari mulia ini sepatutnya diisi dengan berbagi makanan, menebarkan kebahagiaan, memperbanyak doa, dan membaca Doa ‘Ahd sebagai pembaruan janji kesetiaan kepada Imam Zaman a.j.

Dunia bermula dari sebuah kata: Kun fayakûn“Jadilah, maka terjadilah.” Karena itu, KATAJI juga harus dimulai dari kata yang diwujudkan menjadi karya. KATAJI bukan sekadar nama komunitas, tetapi ikhtiar menerjemahkan kecintaan kepada Ahlulbait ke dalam kerja nyata: menghidupkan bumi, membangun kemandirian, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

KATAJI dititipkan di tengah komunitas pecinta Ahlulbait untuk menjawab berbagai persoalan zaman, terutama yang berkaitan dengan tanggung jawab kita dalam menanti Imam Zaman. Menanti bukan berarti pasif. Para nabi dan imam tidak pernah berdakwah hanya untuk masa mereka sendiri. Setiap nabi melanjutkan perjuangan nabi sebelumnya dan mempersiapkan jalan bagi generasi sesudahnya. Demikian pula Imam Hasan al-Askari a.s. mempersiapkan umat memasuki masa imamah dan kegaiban Imam Mahdi a.j.

 Lima Tanda Seorang Mukmin

Dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Imam Hasan al-Askari a.s., disebutkan lima tanda seorang mukmin:

1. Melaksanakan salat 51 rakaat dalam sehari
2. Melaksanakan Ziarah Arba‘in
3. Memakai cincin di tangan kanan
4. Meletakkan dahi di atas tanah ketika sujud
5. Mengeraskan bacaan Bismillâhirrahmânirrahîm

Kelima tanda tersebut tidak cukup dipahami sebagai simbol lahiriah. Di dalamnya terdapat nilai-nilai yang harus menjadi watak dan gerakan KATAJI.

 1. Salat 51 Rakaat: Komitmen Menyeluruh terhadap Syariat

Salat 51 rakaat terdiri atas 17 rakaat salat wajib dan 34 rakaat salat sunah harian. Ini melambangkan komitmen yang utuh kepada Allah. Al-Qur’an sering menyebut salat sebagai poros ibadah, tetapi maknanya tidak berhenti pada gerakan ritual. Salat harus melahirkan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

iklan

Bagi anggota KATAJI, agama harus hadir dalam seluruh kegiatan: cara mengolah tanah, memperlakukan hewan, menjaga amanah, menjalankan usaha, dan membangun hubungan dengan masyarakat.

 2. Ziarah Arba‘in: Melanjutkan Pesan Karbala

Ziarah Arba‘in bukan hanya perjalanan kaki menuju Karbala. Arba‘in berkaitan dengan perjuangan menyampaikan pesan pengorbanan Imam Husain a.s. Setelah tragedi Karbala, Sayidah Zainab a.s. dan Imam Ali Zainal Abidin a.s. menjaga agar darah para syuhada tidak terkubur bersama tubuh mereka.

Nilai Arba‘in bagi KATAJI adalah keberanian menyampaikan kebenaran dan melanjutkan perjuangan para imam. Bertani bukan sekadar mencari hasil panen, melainkan bagian dari perjuangan menjaga kehidupan, membela kaum lemah, dan membangun kemandirian umat.

 3. Memakai Cincin di Tangan Kanan: Memiliki agar Bisa Berbagi

Cincin mengingatkan kita kepada keteladanan Imam Ali a.s. yang memberikan cincinnya kepada orang miskin ketika sedang rukuk. Imam Ali memberikan sesuatu yang beliau miliki saat itu.

Namun, sebelum seseorang dapat menyedekahkan cincin, ia harus terlebih dahulu memiliki cincin. Artinya, umat perlu bekerja, menghasilkan, dan membangun kekuatan ekonomi agar mampu berbagi. Kekayaan bukan tujuan terakhir, tetapi sarana untuk menolong dan memberdayakan.

Bagi KATAJI, bertani harus diarahkan pada kemandirian ekonomi. Hasil pertanian tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga menjadi sumber sedekah, ketahanan pangan, lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat.

 4. Meletakkan Dahi di Tanah: Merendahkan Diri dan Memuliakan Bumi

Ta‘fîr al-jabîn berarti meletakkan atau mengusapkan dahi ke tanah sebagai bentuk ketundukan kepada Allah. Manusia berasal dari tanah, hidup di atas tanah, memperoleh makanan dari tanah, dan kelak kembali ke tanah.

Meletakkan dahi di tanah mendidik manusia agar tidak sombong. Bagi KATAJI, nilai ini juga melahirkan perhatian kepada bumi. Tanah tidak boleh hanya diperas untuk memperoleh keuntungan. Tanah harus dirawat, disuburkan, dijaga keseimbangannya, dan diwariskan dalam keadaan baik kepada generasi berikutnya.

Pertanian organik menjadi bagian dari tanggung jawab spiritual tersebut. Memelihara bumi adalah bentuk syukur kepada Allah dan penghormatan kepada seluruh makhluk-Nya.

 5. Mengeraskan Bismillah: Menampakkan Rahman dan Rahim Allah

Mengeraskan bacaan Bismillâhirrahmânirrahîm berarti berani menampakkan sifat kasih sayang Allah. Setiap kegiatan harus dimulai dengan nama Allah dan menghadirkan rahmat-Nya.

KATAJI harus dikenal bukan karena slogan yang keras, tetapi karena manfaat dan akhlaknya. Masyarakat harus tertarik kepada Ahlulbait melalui keramahan, kejujuran, kepedulian, dan karya nyata para anggota KATAJI.

Menarik kecintaan masyarakat kepada keluarga Nabi tidak cukup melalui ceramah. Kecintaan itu harus menjadi malakah—karakter yang tertanam kuat dan terlihat secara alami dalam perilaku sehari-hari.

 Lima Value KATAJI

Dari lima tanda tersebut, dapat dirumuskan lima nilai utama KATAJI:

  1. Ketaatan: berpegang teguh pada syariat secara menyeluruh.
  2. Perjuangan: melanjutkan pesan Karbala melalui karya nyata.
  3. Kemandirian: produktif agar mampu berbagi dan memberdayakan.
  4. Kepedulian terhadap bumi: merawat tanah sebagai amanah Allah.
  5. Kasih sayang: menghadirkan sifat Rahman dan Rahim dalam kehidupan masyarakat.

Inilah KATAJI: taat dalam ibadah, kuat dalam usaha, rendah hati di hadapan Allah, peduli kepada bumi, dan penuh kasih kepada manusia.

Semua itu harus dijalankan dengan ilmu. Sebab semangat tanpa ilmu mudah kehilangan arah, sedangkan ilmu yang diwujudkan dengan akhlak dan amal akan menjadi jalan untuk mendekatkan masyarakat kepada Rasulullah saw. dan keluarganya.

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidina Muhammad wa ‘alâ Âli Sayyidina Muhammad.

Admin IJABI
Reporter |  + posts
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berkaitan

Back to top button